Text

More Text

banner

Postingan Populer

Banner

Recent Posts

Blogroll

Banner

Definition List

free counters

Pages

Banner

Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it

Popular Posts

Followers

Entri Populer

Rabu, 07 Maret 2012

Mengharukan


Angin berhembus lembut sekali pagi ini menyambut tahun 2010 yang akan segera tiba jika malam nanti berlalu.seorang gadis duduk ditaman sekolah memutar mutar buku diary… membuka menutupnya berulang kali seakan ingin menulis sesuatu tapi binggung apa yang hendak ia curahkan.namanya lisa.lisa melihat kanan kirinya terlihat disamping kanan nya sepasang kekasih yang duduk ditamann tengah bercanda tawa.terbisit di benak lisa apa yang sedang mereka rencanakan untuk menghabiskan malam tahun baru ya?? Emmm apa yang membuat mereka percaya yang namanya cinta dan kesetiaan?? Ya.. lisa sendiri sudah lama sejak ia duduk di sma kelas 1 ia sendiri menutup diri untuk laki2.sejak dia dihianati oleh seseorang dengan sahabatnya sendiri.sejak itu lisa gak pernah mau bersahabat dan pacaran dia menggap semua cowok akan seperti itu hanya memberi rasa sakit begitu dengan sahabat hanya bisa menusuk dia dari belakang.dari saat kejadian itu dia hanya punya dua sahabat ya buku diary dan pena yang menari nari jika hatinya sedang galau ataupun butuh teman untuk berbagi.

Tapi entah kenapa akhir tahun ini dia terusik dengan pertanyaan teman2nya di facebook,disekolah yang menanyakan kapan punya pacarnya????

Lisa masih terlalu takut untuk membuka hatinya menerima seseorang atau pun sahabat.dia lebih suka menyendiri,gak banyak bicara cuek.terauma nya karena 2 kali gagal dalam menjalin hubungan membuat dia tidak lagi mempercayai apa itu cinta dan kesetiaan.setiap kali lisa didekati lelaki dia selalu punya cara untuk membuat cowok 2 itu infill dengannya.padahal lisa bukalah gadis cupu ataupun jelek lisa cewek yang begitu menarik,modis, keren, smart banyak cewek disekolahnya irih padanya,begitu lengkap yang tuhan kasih ke lisa.cantik hati,catik paras,pintar,kaya,dan keluarga yang harmonis.lisa sendiri anak satu satunya dari pasnagan lia dengan dirga.lisa dibesarkan dengan penuh perhatian dan kasih sayang yang melimpah tapi ya gitu disisi kehidupan cinta nya tak pernah berakhir dengan indah.itu yang membuat dia 2 tahun sendiri.

Lisa menutup buku nya melangkahkan kakinya keperpustakaan.dia online diperpustakaan dia membuka situs salah satu bioskop di bandung.ya dia mau menghabiskan malam ini seperti biasa nonton sampai pagi tapi kali ini dia mau nonton dibioskop bukan dirumah kebetulan kedua orang tuanya lagi diluar kota.sepulang sekolah lisa main basket sama salah satu anak satu kelasnya.namanya dion.dion sendiri anak dari pemilik sekolah, dion teman lisa main basket setiap hari, mereka berdua gak pernah bicara kalau tidak penting, tapi hari itu, selesai main basket dion memberi bola basket dia melemparnya

“ambil itu buat mu jangan main basket melulu cari pacar geh…”

“apaan ceih dion?? Aku gak ngerti. “

”ia liat temen2 dikelas da pada punya pacar “

“emmmm sotoy!! Memangnya kenapa? kamu sendiri juga gak punya pacar kan?? “Hahhahaaha

“dion… kenapa ketawa???”

Lisa…kau ini..

apa aku apa??” Ih da ah… lisa melangkahkan kaki tapi tiba2 aja dion di belakang lisa.

lis.. kan kita sama2 jomblo malam ini mau gak nonton sama aku??.

emmm nonton sama kamu?? Gak ah..entar aku dibunuh ma anak2 cewek satu sekolah.dengan polosnya lisa menjawab ajakan dion.

loh emang kenapa??

Ya secara banyak banget kan yang suka ma kamu??idola satu sekolah.

Ah.. biasa aja!! Aku kali yang bakal dibunuh

emmm…ma siapa??

Ya itu anak2 cowok sekolah.emmm mereka tertawa bersama.

lisa mau gak??

Apa??

Nonton nya donk!!

Ahhh banyak mikir da ah ayuk!! Lisa saat itu ditarik aja ma dion.

dion lepasin!! ia jadi, tapi lepasin tangan aku.

gak ah…entar kamu lari…

ihh gak dion..

bener??? ia janji!!

Dion melepaskan tangan lisa.

emmm kamu aku antar pulang ya!!

Gak ah kita ketemu aja di bip ya jam 8 malam ok!!

Ia dech awas ya lis kalau kamu ingkar!!!

Emang kenapa?? Aku bakal keluarin kamu dari sekolah ini.

hah?? enak banget kamu memanfaatkan kekuasaan.lisa melihat dion tersenyum sebelum dia melangkah kan kaki mendahului lisa.

Sampai ketemu!!!!

dirumah entah kenapa lisa gelisa… dan bertanya Tanya kenapa ya dion gajak aku noton??? Lisa jadi ingat, dulu pernaha da gossip kalau dion suka ma lisa hahaha… lisa keGeRan hehehee ‘:’) . jam sudha menunjukan pukul 7. lisa malam ini entah kenapa berpenampilan feminis gak seperti biasanya,tomboy hahaha macam mau kencan aja. lisa naik taxi ke bip. begitu turun lisa meliaat dion memakai kemeja putih.dion melambaikan tanganya.dan menghampiri lisa.

Emmm……

kenapa??? Jelek ya??

Gak,beda aja.

emmm bolehkan??

Ia boleh!!

Kamu cantik juga ya!!

Maksud loh??? Emangnya ngapain anak cowok ngejer aku kalau kau gak cantik?? Iiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh kamu pd amat!

Harus donk! Perbincangan merekq terus berlanjut sampai film dimulai.mereka nonton film horror.selesai nonton mereka menyempatkan duduk di atas mobil dion dipinggir jembatan disuatu jalan.melihat jalanan,malam itu berlalu dengan indah.dion mengeluarkan gitar yg dia letakakn di jok belakang mobilnya,malam itu lisa dan dion menyanyi mereka terlihat begitu menikmati malam itu.tepat jam duabelas, dimana pergantian tahun dion menerima telp sesaat kemudian kembanga api bersorak menyambut tahun baru entah darimana.mungkin dion yang memang sengaja menyalakannya menyuruh orang.disela2 itu dion menggengam tangan lisa

.. lisa..

emm

mau gak jadi pacar aku??

Hah??

Ia aku serius mau gak???jujur aku menyukaimu sejak kit a kelas satu.

ooo jadi gossip itu bener??

Gossip apa??

Gak ah lewatin aja. dion…aku gak percaya sama yang namanya kesetian sama arti Dari cinta.

lisa… aku bakal tunggu sampai kau siap!!!

Emmm……

malam itu berlalu begitu indah lisa tak memungkiri malam itu dia begitu menikamti dan merasa nyaman bersama dion.

Dari hari itu entah kenapa setiap kali lisa melihat dion ingin menghindar ada perasaan malu ke dion ,begitu pula dion.dia gak berani menatap lisa meskipun sesekali dion curi2 pandangan tanpa sepengetahuan lisa. Satu minggu kemudian, disekolah saat pelajaran fisika guru membagi kelompok untuk mengerjakan presentase minggu depan.dan lebih kacau lagi saat nama pembagian nama, dion dan lisa dijadikan satu kelompok.lisa melihat kearah dion dilihat dion sekilas tersenyum dengan senyum yang siapa pun yang melihat hatinya akan merasa tenang.

Ahahh..lisa menghela nafas panjang ada kecemasan diraut wajahnya.sepulang sekolah dion menghampiri lisa dibangkunya.

Lis….

Emm…ia ada pa??

Nanti sore aku kerumah ya buat nyarik bahan tugas kita.

Emmm….lisa masih binggung harus menjawab apa

Dion udah memotong pembicaraan itu da ahh kelamaan mikir nya.sambil melangkahkan kaki keluar dari ruangan kelas.

Sesampainya dirumah,lisa merebahkan tubuhnya ahhh rasa laparnya tak ada sama sekali dia memikirkan akan terjadi apa nanti sore.ahhh pasti akan terasa canggung kenapa jadi gak enak gine ceh?? Ahhh…pertanyaan dan jawaban itu terus beradu di benaknya,

Sampai lisa tertidur.padahal lisa belum buka baju seeragam sekolahnya.

Begitu jam 7 lisa dibangunkan oleh mama nya.

Lisa..mama masuk ya sayang…

Lisa…bangun sayang dibawah ada temen kamu tuh..

Hah?? Siapa ma??

Cowok ganteng loh…

Cowok??? Dia sambil mikir

Hah?? Dion ma??

Ia.

Lisa memandang jam ughhhhhhhhh……………………….. lisa langsung lari kekamar mandi

Ma..suruh tunggu dia ya…

Mamanya lisa hanya tersenyum saat itu.

Setengah jam kemudian lisa turun dari lantai dua dimana kamarnya menemui dion.

Hey…maaf ya da lama nunggu.

Gak apa.

Baru mau beranjak dr ruangan tamu menuju kelantai dua

Papa lisa pulang dan menyuruh untuk makan malam dulu.ini untuk pertama kalinya diwaktu makan malam dengan keluarga ada orang lain ikut makan dimeja itu.

Papa mengajak dion bicara menanyai tentang keluarga dion.

Selesai makan dion duduk dengan papa diruang keluarga mereka asik ngobrol. Lisa merasa cemas pasti papa menggap dion itu pacar ku ,ahhh..lisa menghela nafas. Dia melangkahkan kakinya,

Dion…katanya mau ngerjain tugas ayuk keatas

Papa tersenyum ..

Mari om dion keatas dulu.permisi….

Ia.

Begitu diatas dion duduk dan lisa masuk kekamarnya mengambil buku2.

Emmm…wajah itu.

Emmm..apa??

Ia wajah itu kenapa secemas itu..

Ah.. biasa ja.

Emm.dion tersenyum

Malam itu mereka belajar,meskipun sering kali tak sependapat tentang konsep yang mereka buat sendiri.

Hari berikutnya dion mengajak lisa kepalasari untuk mencari buku.pulang dari palasari bukanaya langsung pulang dion melarikan lisa ketempat makan,dion selalu ada cara supaya tetap dengan lisa.

Berhari2 setelah itu hubungan mereka semakin dekat setiap hari.tak ada satu hari pun yang tidak mereka lalui bersama dengan canda tawa dan pertengkaran hahaha..

Main basket sama dan sering kali lisa diantarkan dion pulang.

,mungkin karena kebersamaan mereka,banyak anak2 mengosip tentang hubungan mereka.

Tapi baik lisa ataupun dion gak pernah mengopeni gossip-gosip itu.

Sampai pada saat ada perkemahan yang di adakan pihak sekolah.lisa dan dion ikut acara itu bahkan mereka jadi salah satu panitia pelaksana. ya sebagai perpisahan atau pelepasan jabatan osis.

Ya…hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka lulus sekolah hehehe setengah tahun lagi dech…

Hari pertama diperkemahan saat buat tenda dion membantu lisa mendirikan tenda.

Waktu berjalan sesuai yang telah direncanakan.

Samapi malam itu lisa duduk di tempat duduk dekat dengan taman2,dan tak terlalu jauh dengan perkemahan.dion meghampiri lisa.

Emm…ditempat seperti ini sendirian lagi mikirin apa ceh?

Hey…gak ada Cuma pengen disini aja.tenang kan??

Ia.. untuk beberapa menit mereka sama2 diam.menit selanjutnya…

Lisa…

Emmm..

Aku ingin Tanya sama kamu

Emm jangan serius banget ahh gak cocok kamu seperti itu,menakutkan

Dion tersenyum..

Lisa…aku ingin menanyakan jawaban atas permintaan ku beberapa waktu lalu.

Hah??

Ia..

Itu…ya..apa?

Bukan lisa gak ingat tapi…lisa..belum yakin kalau lisa memang suka juga ma dion.

“Emm terus… “

Dion…

Ia..

Apa kalau kita jadian kau akan berubah???

Berubah??maksudnya??

Ia jadi gak seperti yang udah kita lewati selama ini.

Emm lisa..mungkin akan jdi lebih baik lagi…

Kau akan menjamin apa kalau kau gak akan menyakiti aku?

Hah…emmm…aku?? gak ada yang bisa aku jaminkan disini aku hanya bisa berusaha semampu ku.dan bertanggung jawab akan hatiku dan kata2 ku samapi akhir.

Ya..udah.

Maksud kamu??kita pacaran??

Emm..kita jalani aja apa ada nya seperti air menglir.

Makasih ya… udah mau menerima aku.

Malam itu beralu tak dipungkiri lisa kalau hatinya saat itu juga tengah berbubga bunga.

Bagaikan melayang2 diudara.malam itu lisa dan dion gak bisa tidur enthalah mungin masih membayangkan yang tadi hehehe

Tiba hp lisa bunyi ada sms dari dion

Lis..lagi pain?? Aku gak bisa tidur neh…km da tidur ya??

Lisa balas sms dion

Belum…

Sms2 itu berlanjut entah sampai jam berapa banyak hal yang mereka bincang2kan.meskipun hanya lewat sms.esok harinya disaat penjelajahan lisa dan dion satu tim,gak ada yang berubah dari sikap dion begitu juga lisa.

Saat menyebrangi sungai dion memegang tangan lisa,seakan menjaganya.lisa merasa nyaman dengan adanya dion.begitu juga dengan dion.

Acara demi acara dilewati hingga sampai malam puncak,lisa duduk disisi kiri dion.malam pelepasan ini menjadi lebih menarik karena disertai dengan api unggun.

Sesekali dion memperhatikan lisa.malam terang itu seakan mengambarkan hati lisa yang tengah terang juga,setelah beberapa bulan yang lalu lisa menutup pintu hatinya.entah kenapa kali ini dia mempercayai dion untuk memasuki bagian dari hatinya.dan luka yang ada dulu entah kemana perginya..lisa bertanya pada dirinya sendiri ini kah cinta yang sebenarnya dikirim tuhan untukku ataukah akan sama akhirnya hanya bisa berakhir begitu saja dan meninggalkan luka?? Tapi pertanyaan itu tak dijawab lisa.lisa terlalu takut membayangkannya.

Satu bulan sudah hubungan dion dengan lisa berjalan.ini hari dimana satu bulan itu berlangsung.lisa sengaja gak menghubungi dion dia ingin dion tau dion mengingatnya gak ya..ya..walaupun ini hanya hal sepele tapi buat lisa ,ini adalah hal yang penting.

Begitu dion jemput lisa untuk pergi kesekolah sama sepeti biasa dion sama sekali gak ada mengungkit tentang hari jadi mereka,itu buat lisa menekuk wajahnya.sampai disekolah lisa melangkah duluan,dion memanggil lisa hey…kenapa cemberut ceh?? Dion melakukan kesalahan ya??

Gak.aku duluan ya!!

Dion tersenyum.

Waktu istrahat lisa main basket gak seperti biasa dia gak ngajak dion.

Dilapangan basket lisa asik main basket sendiri berulang kali bola itu masuk hanya dengan satu kali lemparan. Dion melihat dari kejauhan dion tersenyum…. Lau pergi

Begitu jam istrahat habis lisa masuk kekelas.dan pelajaran dimulai..lisa dan dion gak duduk satu bangku.lisa duduk dengan dias dan dion duduk dengan mei.mereka duduk bersebelahan.dias nagasih selembar kertas.

Apa ini? Baca aja

Isi kertas itu

Ku tunggu untuk bertanding basket sepulang sekolah

Lisa memandang ke arah dion dan dion tersenyum.

Sepulang sekolah lisa berjalan kearah lapangan basket.

Tinggal 10 langkah lisa mendapati kertas berwarna pink bertuliskan kata sorry..

Langkah berikutnya dia menemukan mawar merah

Langkah berikutnya kertas warna pink bertuliskan love

Dengan seikat bumga mawar merah..lisa mencari cari orang di sekelilingnya.dilapangan basket dion berdiri dengan memegang bola basket.

Hey..jangan terkejut sepert itu ayo..katanaya mau bertanding!! Kamu??

Lisa memandang ke dion.tapi dion malah asik mainkan bola.akhirnya mereka bertanding hingga merasa lelah keduanya.duduk ditengah2 lapangan basket.

Dion ngasih minuman ke lisa.

Neh..minum dulu.

Lisa..aku bukan tipe cowok yang romantic jadi maaf kalau hanya seperti ini. Met hari jadi kita ya yang ke satu bulan hehehehe

Lisa memandang ke dion,dan tersenyum.hatinya lega ternyata dion ingat hari jadia mereka.

Lisa..emmm nanti malam diner yuk???

Emm…

Dion hanya tersenyum

Lisa diantar dion pulang.begitu lisa turun dari mobil dion.

Hey…cewek cantik jangan buat aku nunggu ya.nanti malam begitu aku datang harus da selesai.ok!!

Hah??lisa masih mengigat2, dion malah pulang gitu aja.

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,lisa menahan rasa kantuknya sedari tadi dia takut tertidur dan membuat dion menunggu.lisa sibuk mencocokan pakaian yang hendak dipakainya nanti untuk diner.kamar lisa sudah berantakan dipenuhi dengan pakaian lisa yang hampir satu lemari ia keluarkan.

Masih belum ada yang cocok sayang kata mama lisa

Hah?? Binggung nieh ma…

Sayang dion menerima mu apa adanya jadi jangan terlalu menyusahkan dirimu sendiri Cuma karena pakaian.

Emmm mama…

Lisa didandani sama mamanya.

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam dion datang dengan pakaian rapi.mereka berdua terlihat serasi.dion pamit minta izin keorang tua lisa.mereka makan disalah satu restoran bandung.mereka terlihat malu-malu tapi mau hehehehehehe

Sesekali dion mencuri lirikan ke lisa dan tersenyum.itu buat lisa salah tingkah sampai menjatuhkan garfu hahaha..padahal bukan hari ini saja mereka pergi makan.

Lis..malam ini kau beda..

Emm..lisa hanya menyambut ucapan dion dengan senyuman.

Lis..

Ia..

Dion beranjak dari tempat duduk nya mau gak dansa ma aku??

Hah?emm..lagi-lagi lisa senyum dion memegang tangan lisa dan mereka berdansa romantic hehehhe

Mereka berdua begitu menikmati malam itu.ketika pulang dion berhenti di salah satu jembatan dijalan tol.

Lis..ia masih ingat tempat ini??

Ia..tempat pertama kali kita sama2 kan?

Emm..dion melihat keaarah lisa dan mengusap kepala lisa dengan tangannya.

Lis..dingin??

Emm lisa tersenyum..

Dion mengambilkan switer di mobilnya.

Lis…kalau aku gak ada apa kau masih akan seperti ini??

Emm maksud kamu??

Ahh.. sudahlah lupakan aja.

Untuk sesaat suasa jadi hening .

Dion memberi sesuatu ketangan lisa.lisa membukanya.

Apa ini dion??

Ahh dion mengambilnya dan menjelaskannya.

Km liat lisa..gelang kaki ini hanya berhiaskan huruf “D dan L “

Maksudnya??bukan sebagai tanda perpisahankan???

Kamu..!!! ya gak lah..

Terus buat apa??

Gelang kaki ini aku kasih supaya kamu gak akan lari dengan laki-laki lain

Hahahhhahahha lisa tertawa…

Lisa!!!dion terlihat sedikit kesal.

Lis..

Emmm..

Kamu mau janji sama aku??

Janji apa??

Kalau kau gak akan pernah ninggalin aku.aku…..terlalu takut kau tinggalkan lis.

Emm..lisa memandang dion.

Aku….gak mau merasa kesepian lagi.aku sayang banget sama kamu.

Memangnya pa yang udah dibuat ma mantan kamu sebelumnya?? Mana mungkin seorang dion kesepian.

Aku belum pernah pacaran lis..

Hah?? Segitu banyak cewek ngejar2 kamu ,kamu belum pernah pacaran??

Kan masih ramai dengan canda tawa orang tua mu.

Mereka?? Aku gak pernah tau arti keluarga lis..orang tuaku begitu sibuk dengan urusan bisnisnya dalam satu tahun aku bisa menghitung berapa kali aku dengan mereka sarapan pagi bersama.sejak kecil aku hanya ditemani dengan bik ina,dia malah yang seperti ibuku sendiri.lisa melihat dion air mata dion terlihat menetes membahasahi kelopak matanya.

Dion aku memahami perasaan mu.

Lis..maukan berjanji sama aku??

Ia dion aku janji gak akan ninggalin kamu kalau hanya karena pertengkaran2 biasa kita.

Dion memeluk lisa.pelukan yang hangat tetapi terasa dingin karena hati dion seperti membeku.

Satu minggu kemudian…

Dion dan lisa asik dengan canda tawanya diparkiran sekolah pagi itu,sesekali mereka mengejar satu sama lain,sampai tak sadarkan lisa menabrak seorang cowok.

Emm..maaf!!!

Cowok itu hanya diam dan berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepata katapun.

Kamu gak pa pa kan lis??

Hah?? Gak.yuk kekelas.

Pelajaran pertama pagi itu pkns,lisa asik dengan meringkas buku paket.kepala sekolah masuk,

Pagi..

Pagi pak..

Hari ini ada teman baru kalian harap dibantu ya!! Dia pindahan dari Jakarta.

Kenalin saya zio saya pindahan dari sma Jakarta.harap bantuanya,

Dias..menyenggol tangan lisa

Aduhh..apaan she dias??

Liat uth cowok gantengny amelebihi aku.

Hah?? Emang loh ganteng??

Ah km lis..gak bisa bikin aku seneng.mereka berdua cekikikan

Lisa masih gak memperdulikan orang yang dibilang dias.

Zio duduk di bangku sebelah kiri lisa.

Tiba2 lagi cekikikan dipanggil ma pak guru hehehe itu buat lisa terkejut seengah mati hehehe sampai pulpennya terbang entah kemana.

Dion tersenyum melihat tinggkah lisa yang gugup.

Kamu sih dias ahh…kemana dech tuh pulpen ku.

Zio member pulpen ke lisa

Neh.. (hanya kata pendek itu.)

Lisa melihat zio..

Emm makasih.. lisa masih mengigat-ingat seperti pernah ketemu.tapi dimana ya??

Pak guru memanggil lisa lagi.

Lisa..coba kamu jelaskan apa kamu ringkas kedepan.

Hah?? Mati dech aku!!

Semangat lis…

Ahh..resek loe dias.

Lisa bukan anak yang bodoh jadi itu gak masalah bagi dia.

Waktu istrahat seperti biasa lisa dan dion gunakan untuk main basket. Tapi begitu samapi dilapangan basket sudah ada yang main,ya zio…anak itu lagi.

Dion menyapa zio,tapi zio gak menjawab.

Akhirnya dion dan lisa main basket dengan satu ring.

Zio melempar bola entah disengaja atau tidak bola itu mengenai wajah lisa hingga lisa mimisan,otomatis donk dion marah ceweknya dilukai,dion menghampiri zio yang tanpa merasa bersalah masih memainkan bola basketnya.

Hey..kamu gak bisa ya bilang maaf??

Kamu gak liat kamu da buat lisa mimisan!!

Hah??

Apa??Cuma kata hah?? Dion semakin panas..mendengar kata2 itu.

Hei km jangan belagu lah ya!!

Dion semaki panas karena dia seperti tak dianggap ada sama cowok menyebalkan itu.

Sampai dion gak bisa menahan amarahnya dion mukul zio.

2 kali zio kena pukulan diwajahnya dengan pukulan yang cukup keras.

Dion… udah aku gak apa2.Cuma mimisan aja.

Liat orangnhya sendiri aja gak sesewot elo.ehh loe nya sewot amat.

Ya ia lah gue sewot gue pacarnya!!

Oooo…

Lisa menarik dion takut akan lebih parah lagi pertengkaran itu.

Begitu masuk kelas,dion masih terlihat kesal.

Begitu jam sekolah selesai,dion mengakaj lisa pulang tapi bukan pulang kerumha lisa melainkan kerumah dion.

Dion..km kenapa gak mengantar aku pulang dulu??

Aku mau mengenalkan mu denagan orang tuaku,mereka pulang kata bi ina.yuk masuk!

Begitu masuk diruangan keluarga terliahat ada laki2 sudah terlihat agak tua tapi masih terlihat gagah dan seorang perempuan cantik yang masih terlihat mudah meskipun seebenrnya sudah tak muda lagi ya apa neh orang tua dion??pertanya aan itu muncul dibenakku.

Ma..,pa…kenalin ini lisa.

Lisa om

Lisa tante

Ohh ini gadis yang diceritakan bik ina yang buat anak bandel ini jadi penurut??

Lisaa tersenyum..

Hari itu banyak hal yang mereka bicarakan.dion terlihat begitu senan g baru kali ini dia begitu lama berhadapan dengan orang tuanya.dion melihat ke lisa dan berkata dalam hatinya makasih lisa..

Keesokan harinya di sekolah pagi2 diparkiran terlihat zio menyendiri di sudut taman sekolah,zio tertunduk menatap sebuah benda yang ada ditangannya.lisa lewat gak sengajak melihat zio lisa hanya diam waktu melihat zio meneteskan air mata,lisa ingin menghampiri tapi dion memanggilnya jadi lisa gak jadi manemui zio.padahal ada seribu pertanyaan untuk anak angkuh dan sombong itu.ahhgg…

Seminggu kemudian lisa melihat zio duduk dibawah pohon disudut taman belakang sekolah dalam keadaan yang sama seperti minggu lalu.kali ini lisa menghampiri zio,

Emmm…Kok sendiri??

Apa urusannya sama loe??

Ya gak ada Cuma gak cocok orang kayak kamu menyendiri apalagi menangis.

Km…pergi sekarang dari hadapan ku!! Suara zio lumayan keras saat itu.

Ok..!! aku pergi

Lisa berlalu meninggalkan zio.

Begitu dirumah entah kenapa tiba2 lisa memikirkan zio,lisa jadi penasaran orang sedinggin zio menangis??kenapa ya?? Tapi sesegera mungkiin pikiran tentang zio menghilang karena bunyi hpnya,dilihat dion yang menelphone

Lis…

Emm…

Keluar donk bentar aja.

Lisa keluar menemui dion.

Ada apa dion??

Aku Cuma kangen sama kamu.

Hah??lisa tertawa..

Iihhhh lucu ya??

Kamu neh ya macam anak kecil aja

Biarin.eh..aku bawak sate kesukaan kamu tuh makan yuk! Malam itu lisa dan dion makan sate di mobil bercanda sesekali dion mengoda lisa sampai buat lisa malu-malu kucing.

Dion..

Ya..

Kalau aku pergi ninggalin kamu tapi aku bahagia apa kau mau melepas ku??

Hah?? Aku gak akan melepasmu aku akan berusaha dulu sampai akhir kalau memang sudah gak bisa lagi mungkin aku akan sangat menyesal melepasmu tapi jika itu harus dan buat mu bahagia aku akan lakukan.kenapa she tiba2 nanya soal itu??

Emm..gak tau terbesit aja di benakku.

Lis..

Ya..??

Mereka saling memandang dan terjadilah hahahaha ciuman yang romantic dalam mobil hehehehehe

Setelah ciuman wajah dion terlihat begitu merah begitu juga dengan lisa.heheheheh

Lis..makasih ya

Buat??

Maksih buat cinta dan kasih sayang mu selama ini.

Emmm aku juga maksih sama kamu dion da menyembuhkan luka dihatiku dna membuang rasa trauma ku.

Dioon tersenyum dan mengusap kepala lisa.

Begitu dion pulang,lisa duduk dimeja belajar entah kenapa hatinya begitu cemas entah apa yang dia cemaskan dia hanya memikirkan dion tapi dia segera membuang kecemasan itu krena dipikirnya mungkin ini hanya pengaruh karena habis dicium dion tapi tetap saja kecemasan itu tidak hilang.entahlah gak tau kenapa.

Sementara dion diperjalanan nya begitu senang menyetir sambil bernyanyi dan tersenyum2 sendiri.sampai dion memasuki kawasan toll dion bawak mobil begitu pelan tapi tiba2 aja bus antar propinsi dari belakang menabrak dion hingga mobil dion terguling guling.

Dion saat itu masih hidup dion dilarikan kerumah sakit,

Telp lisa bordering..lisa langsung mengangkatnya,

Hallo..

Benar ini dengan lisa saya bicara??

Ia saya sendiri.

Apa betul anda kenal dengan dion??

Ya saya kenal ada apa ya mbak??

Lisa anggota keluarga dari dion??

Bukan saya pacarnya mbak.

Gene mbak dion mengalami kecelakaan satu jam lalu di jalan toll.apa mbak bisa kemari mbak?? Hallo??

Lisa menjatuhkan hp nya seakan dia gak punya tenaga akhirnya terjawab kecemmasaan lisa.lisa menangis dan langsung saja membangunkan papa dan mamanya unutk diantarkan kerumah sakit.

Begitu dirumah sakit yang lisa lakukan hanya menangis melihat kekasih yang disayanginya terbaring tak berdaya penuh luka,lisa menyalahkan dirinya akan kejadian ini,lisa duduk disamping dion lisa mengajak dion bicara,malam itu dingin sekali lisa hanya bisa menangis sambil memegang tangan dion.

Keesokan harinya disekolah lisa terlihat murung wajahnya Nampak begitu cemas..sesekali lisa menangis sembunyi2, jam istrahat lisa kelapangan basket lisa main basket dengan tak semangat,5 menit kemudian zio datang menghampiri,

Emmm mana mau bolanya masuk kalau cara bermainmu begitu buruk.

Lisa tak menajwab apapun.

Zio merebut bola basket dari lisa.

Hey bodoh gine cara main.

Tapi lisa tak menjawab lagi.

Lisa malah duduk dan menangis

Emmm.. jangan begini,gak cocok sama kamu.ooo ya mana pacar mu??

Lisa melihat zio dengan rasa marah, lalu menundukan kepalanya dan menangis lagi.

Zio ngasih sapu tangan nya kelisa.

Lisa mengambilnya

Hey..kamu harus kuat kalau kamu lemah dia bagaimana mau bangun,udah..dia bakalan sembuh kok.zio menepuk pundaknya lisa lalu pergi.

Pulang sekolah lisa kerumah sakit.tapi begitu didepan lorong kamar dion dia hanya melihat orang tua dion menangis banyak dugaan dugaan dibenaknya tapi berusah dia tepiskan.lisa berusaha berjalan dan menemui orangtua dion,orang tuanya malah memeluknya dan menangis lisa masuk kekamar dia tak bisa bicara apa2 orang yang dia cintai dan baru menghabiskan waktu beberapa waktu lalu bersama kini sudah terbaring tak bergerak dan tak bernafas.lisa mendekat seperti dia tak percaya kalau ini adalh kenyataan,lisa menggengam tangan dion dikecupnya dan air matanya tak bisa berhenti mengalir membasahi pipi lisa yang putih.lisa merasa kacau dan tidak terima akan kenyataan yang ada,lisa mundur dan pergi dari ruangan melangkahkan kaki seperti tanpa tujuan dan kehilangan rohnya.entah sampai dimana dia berjalan seperti tidak merasa lelah,lisa benar2 kehilangan kesadarannya,dia menyebrang dijalan raya sementara lampu masih hijau dia berjalan tanpa meihat kanan dan kiri dia hanya memandang kedepan dan entah apa yang dia pikirkan.disebrang jalan zio berteriak karena melihat ada mobil yang melaju kearah lisa tapi lisa tak mendengar jeritan zio.zio berlari dan untungnya zio tidak terlambat.

Apa yang kaulakukan lisa??apa kau mau bunuh diri??hah??

Lisa tak menjawab malah lisa menangis dan menjauhi zio.

Hei..tunggu kenapa kau begitu saja pergi ??

Lisa tak mengucpkan apapun.zio sedikit kesal dengan sikap lisa.tapi zio mengikuti langkah lisa pergi,diam2 zio menghawatirkan lisa.

Sudah 40 hari dion meningal dan selama waktu itu lisa menjadi anak yang murung hanya berdiam diri di kamar setelah pulang sekolah.teman2 sekolah setiap hari berusaha menghibur lisa dia bisa tersenyum tapi sesaat kemudian kembali murung lagi lisa benar2 ter pukul dengan kepergian dion.diam diam zio memperhatikan lisa.hari itu hari peringatan 40 hari dion,disekolah keluarga dion bersama anak2 sekolah mengadakan acara 40 hari,orang tua dion memberikan sepatah kata2 dengan air mata yang mengalir begitu saja.dari pihak sekolah dari teman2.dan entah kenapa yang membawakan acara meminta lisa untuk mengatakan sepatah kata2.dengan ragu2 lisa maju kedepan tangan nya gemetar dia melangkah melewati zio,zio sempat menyapa

“Zio : tidak apa apa kan??

“lisa : emm”

Lisa mengangkat mic yang ada ditangannya yang gemetar seperti tak bertenaga.

“ assalammualaikum warahmatullaqhi wabarokatu.

Aku tidak tau harus bicara apa didepan sini,aku hanya ingin bilang maaf selama i

Ini sudah membuat kalian semua khatirkan aku.terimakasih memeprhatikanku

Menghiburku.aku tau apa yang aku lakukan pasti buat dion sedih tapi aku gak

Tau harus melakukan apa dan bagaimana,aku hanya butuh waktu untuk

Menerima bahwa dia memang benar sudah tidak ada lagi, sulit bagiku untuk

Menerima keaaadaan ini,selama beberapa tahun mengenalnya malah kami hanya diam,tapi malah diakhir thn sekolah malah kami hidup bersama saling menyemangati saling berbagi kami hidup bersama baru 1 bulan dan dihari jadi satu bulan itu aku malah kehilangan dia selamanya, aku belum bisa menerima keaadaan ini….”

Tiba2 ada suara laki2 semua memandang kearah asal suara.

“ tidak lisa dion tidak akan pernah pergi darimu selamanya dia sangat menyayangimu dia ingin kau hidup seperti dulu dengan kecerian mu,dia masih ada tapi di hati kamu,di hati kami juga.kau tidak sendiri lisa kau masih ada kami sebagai teman2 mu.aku yakin yang ingin dilihat dion adalah senyuman mu bukan air matamu.

Ternya suara itu milik zio.ternyata dengan keadaan lisa zio juga bisa jadi berubah.tidak sekeras dulu.

3 bulan kemudian dihari pertama ujian uan.

Pagi pagi lisa sudah berangkat dari rumah di terlihat begitu semangat.lisa ke pemakaman dion,dia menceritakan kalau hari ini adalah hari ujian uan.

Lisa sudah kembali seperti dulu meski tidak sepenuh nya,ujian demi ujian dia lewatin,

Sampai akhirnya dia dia dinyatakan lulus.lisa masuk universitas pajajaran.

Dingin…

Rasanya untuk keluar dari lindungan selimutku malas sekali kosanan ku da sepi kulihat jam sudah jam 7.

What?? Apa yang kubilang tadi jam 7 pagi ughhh……

Mati aku kali ini,hari pertama moswa aku telat,tau lah disuruh ngapain emmm nyanyi !!

Disebelah ku ada seseorang lagi,

Kamu??

Lisa?

Ya zio juga masuk universitas pajajaran dan berada di jurusan yang sama dengan ku.

Tau donk selanjutnya gimana??

Cinta Butuh Kesabaran


Cinta itu butuh kesabaran...
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia.....
Pernikahan kami sederhana namun meriah.....
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyakorang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihatsekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikahdengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadisuami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupunkami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisamemberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisanrumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapikeluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknyatidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkandari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka...
Pernahsuatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalamikecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari mautyang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawatdirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Akuselalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al– Qur'an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat akumelakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakitkarena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakitsetelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu,adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihatada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku.Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyatasudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi akutak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapatitu sambil mengatakan, "Assalammu'alaikum" dan mereka menjawab salamku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku.Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai,mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah akumenghampirinya, kucium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum", iapun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengancinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku ...
"Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri".
Akuteringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya,perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluargasuamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku punlangsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalamruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Akusibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, barusebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernamaDian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku punmengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, "lebih baik kau pulang saja, adakami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "
Anehnya,aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abangharus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Akuberdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkanberpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datangmenghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akanmemberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya,toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupuntidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergimeninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejaksaat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembalidari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku.Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagiitu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamikumemanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, iamengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yangbertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, "Ada apa kamu memanggilku?"
Ia berkata, "Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang"
Aku menjawab, "Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?"
"Yatapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudahlama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan akuakan pulang dengan mama ku", jawabnya tegas.
"Mengapa barusekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?", tanya kubalik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewakarena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal akutelah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
"Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti", jawabnya tegas.
"Sekarangaku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidakbertemu, ya kan?", lanjut nya lagi sambil memelukku dan menciumkeningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh akutunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yangpenuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikapkurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahalaku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaikuhanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karenaini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya haruskomplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan olehkeluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuatmereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malamsebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yangakan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuhdipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakandia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akanterjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampaikeesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku taktahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak bolehberburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalumenelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasasangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyaikesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepianditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh,komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakitsekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakitdirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan kerumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana.Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuakuakan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akanpunya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannyaketurunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, "kapankah ia segera pulang?" aku tak tahu..
Sementarasuamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jikamenelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalumarah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebihbaik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan ceritapadanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari akuhitung...
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika akusedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada smsyang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi".
Hanyaitu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja egoyang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya dirumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik danmemakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinyaaku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg burukakhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dania pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepanteras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu,kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masukke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
MasyaAllah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naikkeruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Akuhanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nyasampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan akupada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nyakami selalu berjama'ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, akutak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku ciumkeningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.
***
Akumendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya daribalkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnyatapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dariatas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untukmengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Akutidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itujuga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yangmengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedangterjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, "Loe pikir ajasendiri!!!". Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanyahatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah iakembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku,apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yangpendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorangsuami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya.Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan iabertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkanyang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantanpacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhkuserendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorangsuami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang akupegang.
Aku hanya berdo'a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Duatahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiapmalam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang barusaja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna.Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpandengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yangaku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telahaku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah..aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang gurungaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatankankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yangdulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asingbagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikirsendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamikumemanggilku.
"Ya, ada apa Yah!" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah".
"Lusa kita siap-siap ke Sabang ya." Jawabnya tegas.
"Ada apa? Mengapa?", sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah..suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, diamembentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan "Kau ikut saja jangan banyak tanya!!"
Laluaku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabangsambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Duatahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula iamenjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuhcinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin..sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Inginrasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku taksuka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, sukamembanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikapketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicaradan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kamitelah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman akutidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telahberkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu adaacara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamikutak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabungdengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kamidan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintukamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba TanteLia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegeraberkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang beradaditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalanbelanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
"Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha".Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
"Ada apa ya Nek?" sahutku dengan penuh tanya..
Nenekpun menjawab, "Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun,sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurnasebab selama ini kau selalu keguguran!!".
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
"Sebenarnyakami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikahdengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,danakhirnya menikahlah ia dengan kau." Neneknya berbicara sangat lantang,mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
"Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya", neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkansuamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluksuamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanianitu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yangterakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantangkemudian berkata, "kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?"
MasyaAllah..kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remukmendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti initerhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulaukayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
"Fish, jawab!." Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
"Walaupunaku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusidengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluargaini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."
Ituyang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saatitu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air matakutak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?"
Suamiku menjawab, "Dia Desi!"
Akupun langsung menarik napas dan langsung berbicara, "Kapan pernikahannyaberlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?."
Ayah mertuaku menjawab, "Pernikahannya 2 minggu lagi."
"Baiklahkalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnyamengurus KK kami ke kelurahan besok", setelah berbicara seperti itu akupermisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akanturun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsungduduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Takkuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringiakutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, "sudah tidak cantikkah aku ini?"
Kuambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihatwajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudahhampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tibapintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiridibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya daricermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulaipembicaraan, "terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadiaku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?."
Suamikumengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum danbertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salahmemakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, "mengapa ia sangat cuek?"dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, "sudah malam,kita istirahat yuk!"
"Aku sholat isya dulu baru aku tidur", jawabku tenang.
Dalamsholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan akuakan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahansuamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah,ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yangsangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Dilaptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah padasuamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yangsedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itukepadaku. Akusave di mydocument yang bertitle "Aku Mencintaimu Suamiku."
Haripernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untukkeluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karenamungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangatlama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masukdan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap?"
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
"Nantijika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalamrumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, laluketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a diubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelahitu..", perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskanpembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab "Lalu apa Bunda?"
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar...
"Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?", pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Diamengangguk dan berkata, "Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?",sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikitmembungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Diatersenyum sambil berkata, "Kita liat saja nanti ya!". Dia memelukku danberkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selainmama".
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknyaerat dan berkata, "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemanasaja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaiankasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah?Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah!Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya,setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yangdihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernahberzina Ayah." Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamkusambil berkata, "Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah".
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Iamemelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tibaperutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan iabertanya, "bunda baik-baik saja kan?" tanyanya dengan penuh khawatir.
Akupun menjawab, "bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itusudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang". Karenadia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyumenjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Akumelihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hatiini cemburu, ingin berteriak mengatakan, "Ayah jangan!!", tapi akuingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saatmendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menariknapas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hatiaku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya... aku kuat.
Taksanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orangyang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengantatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum,tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamikulangsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Akusangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka denganpernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malamini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur denganperempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang merekalakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholatlail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang miripsuamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah..suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, akududuk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba iamemegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
"Kamu datang kesini, aku pun tahu", ia berkata seperti itu. Aku tersenyum danmegajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, "maafkan aku,aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besokkita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan jugaadik-adikku"
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ialangsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangaterat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah..apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawakusekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi..masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan darisuamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus?"
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?"
"Akukangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah seringterluka oleh sikapku yang egois." Dengan lembut suamiku menjawabseperti itu.
Lalu suamiku berkata, "Bun, ayah minta maaf telahmenelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bundatidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, sepertimengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bundadengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat"seperti itu" dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip ("sepertiitu"). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayahberpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah,terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakanbunda"
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidakada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidakpernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupkuini.
Aku hanya menjawab, "Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Akutidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika akuhanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelakiyang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu,aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu."
Entahaku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendiriandikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengansuamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya...
Ketikaaku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimkusakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main,ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, "Bunda, Ayah minta maaf..."
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Akuberkata dengan suara yang lirih, "Yah, bunda ingin pulang.. bunda inginbertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah.."
"Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah."
Tiba-tibasaja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudahtak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku.Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
UntukIbu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampaiaku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selaluberdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah dirikudidepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangatcemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnyauntuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamuinginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kausangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya."
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
=====================================================
Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernahsuatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adikiparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihatAyah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangatmanis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku.Mengapa seperti itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi danibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
=====================================================
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desisangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutkutak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.
Maafkanaku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakanapa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan akuketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda.