Text

More Text

banner

Postingan Populer

Banner

Recent Posts

Blogroll

Banner

Definition List

free counters

Pages

Banner

Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it

Popular Posts

Followers

Entri Populer

Kamis, 12 April 2012

Kelenturan Sikap

Bila anda menganggap bahwa mengatasi setiap persoalan butuh kekuatan pendirian, ketangguhan otot, dan kekerasan kemauan, maka anda separuh benar.
Sebuah batu cadas yang keras hanya bisa segera dihancurkan dengan mengerahkan segenap daya kuat. Oleh karenanya, banyak orang melatih diri agar semakin kuat, semakin tangguh dan semakin tegar.
Namun, seringkali kenyataan tak bisa dihadapi dengan pendirian kuat, atau diatasi dengan ketangguhan otot, atau dipecahkan dengan kemauan keras. Ada banyak hal yang tak
bisa anda terima, namun harus anda terima.
Maka, senantiasa anda membutuhkan sebuah kelenturan sikap. Bukanlah kelenturan sikap pertanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu sebagaimana ia ada. Bila anda menganggap bahwa mengatasi persoalan adalah dengan menerima persoalan itu, maka anda menemukan separuh benar yang lain.

we who create the problem

Household problem is never exhausted in peeled, whether in print, radio, screen, and in consultation rooms. "From about sexual harassment, cheating, wife of co-wife, to a husband who does not meet the biological needs of a wife." Says a spiritual consultant in Jakarta.
Incidentally, a close friend had a problem. The story, with age, plus a rising career wives, even leading to marriage kehidupa cool. As there is nothing hidden. Familiarity and excitement that had been lost dipunya family. The wife seemed preoccupied with the affairs of the office.
'What shall I do, "the expression of this man. Spiritual counseling was suggested that he fasted three days, and every night praying tahajud compulsory prayer and prostration of gratitude. "Try to get closer to God, God willing masalahanya light. After that, you take your wife on the way home. "He suggested.
Okay. A suggestion is easily fulfilled. Three days later, he contacted his wife. "How about tonight we ate at the restaurant," he said. Istriny not mind. Special food was ordered, as the redeemer vapidity of the household.
Yeah, right. At the restaurant, she admitted frankly have double the love. He had a male friend to confide. Her husband was shocked. His face was as if slapped. Delicious food in depanya not in touch. His mouth as if locked, but unwilling to accept his thunderous confession "was.
No wonder he always reasoned tired, lazy, or not excited when touched. No wonder, one night she pretended to sleep while holding cellphones, but the tool is still showing signs of wearing out the signal-connect with someone. Also, among others, gave birth to a lie by lie.
Unexpectedly, the candor that has been tearing at the heart of this man. Candor that just led to a deep hurt. Or even, more bitter than that. Hti this man as if demanding, "If I do not demand your advice, of course, the problem is not this bad."
The consultant who was accused of, "Come throw in mourning." Why kick back. "Did not I suggest to take your wife on the way home, not in the restaurant?" For ordinary people, restaurants and homes just a place. Nothing more. But, in the eyes of the paranormal, a place to bring a "destiny" of its own.
And that's what happened. Candor can not be removed. He has recorded its own history. So the best way to react is like a wise man said, "Do not get used to seeing the truth of one side only."
Wood has become charcoal. We must not run away from reality, even bitter. Falsehoods and lies that you want can be a part of our behavior nevertheless. "We always forget that we are fully responsible for ourselves. We are creating the problem, we also have to meyelesaikannya. "Said the sage.
Bitter, sweet and sour, salty bland, it's a risk. It was none other living tips are skilled and wise choices in prioritizing

DON'T FORCE !

A grandfather was walking around while holding his granddaughter on the outskirts of rural roads. They found a turtle. The boy picked it up and watch him watch it. Turtle was immediately pulled into his legs and his head under the shell. The boy tried to open it by force.

"Doing so will never make it, boy!" Said grandfather, "I will try to teach you."

Their home. Grandfather put the turtles in the nearby fireplace. A few minutes later, it issued a turtle legs and head, little by little. He began to crawl to move toward the child.

"Do not try to force doing every thing else, boy!" Grandfather's advice, "Bring the warmth and friendliness, he would respond."

Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.
Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

the core of all policy

That said, there is a clever young king. He ordered all the leading professors in the kingdom to come together and write all the wisdom of this world. Their immediate work and forty years later, they have produced thousands of books containing wisdom. The king, who by then had reached the age of sixty years, said to them, "I might not be able to read thousands of books. Summarize the basics of all wisdom. "

After ten years of work, the professor managed to summarize all the wisdom of the world in one hundred volumes.
"It's still too much," said the King. "I am seventy years old. Squeeze all the wisdom it into the core of the most basic.

So the wise men were tried again and squeeze out all the wisdom of this world in just one book.
But in those days the king lay on his death bed.
Then the leader of the professor's policies to squeeze more into just one statement, "Human life and suffering, and death. The only thing that still survives is love. "

silence is golden

When you do not have words to talk about, just shut up. Quite easy to know when to speak. However, knowing when to rest is something far different. One function is to clenched lips. How can you pay attention and listen to the speaking tongue. Be still, for the sake of clarity of your vision.

People who are able to dwell in the midst of a desire to speak were able to find her self-awareness. Once you open your mouth, you will see how many of the sentences glide unnoticed. Perhaps a small part the words you do not want. Often men slipped by a small pebble, not a big rock. Beautiful pearl grains can only be created when the pearl tightly pursed lips. Once he opens wide the shell, the sea of sand and dirt will soon meet his mouth.

This is like, force you to shut up. Policy meetings are often stored in the silent sages. For that you need desperately trying to open it. Is not the saying goes, "silence is golden"

be grateful

Try to set aside a moment to give thanks for the good things in your life. Reflect on what you have accomplished, the people who pay attention to you, you've got the experience, expertise and interests that you have; what you believe, and most beautiful things in your life.

Things that you cherish, maintain, and will keep growing in your life. Abundance begins with gratitude. With sincere gratitude, you appreciate what you have, which in turn will push you mentally, spiritually, and physically to achieve whatever your goal.

How could you get things bigger, if you are not grateful for what you have today? Yet all of them, can only begin with what you already have it.
You know, that you can achieve the goal, because you've pioneered things like that. The experience is yours to be thankful for. Who says there is nothing to be thankful for?

Everything is within your reach when you are thankful for what you get.

You're not alone

Kesepian anda bukan karena tiadanya orang di sekitar anda, namun karena tiadanya seseorang di hati anda. Anda dapat kehilangan saat-saat yang berharga. Yaitu ketika anda suatu saat merasa enggan untuk memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Saat mengulurkan pertolongan, tanpa sadar anda menjalin hati anda dan hati orang lain dengan dawai emas yang tak tampak. Dawai itu bernama persaudaraan. Semakin banyak anda menjalin dawai semakin jauh hati anda dari kesepian. Karena dawai-dawai itu akan mendentingkan nada nada yang memenuhi dan menghibur jiwa.

Bangkitlah dan tebarkan uluran tangan anda. Segaris senyum dan tatapan mata yang bersahabat cukup untuk membangunkan bahwa anda sama sekali tidak sendiri.

Arti sebuah kemenangan

Kemenangan bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan. Dan bukan hanya ketika kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan, bukan hanya ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini.
Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan. Saat di mana kita dapat mengatasi musibah. Saat di mana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan. Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu.
Kemenangan adalah saat di mana kita dapat menjadikan itu semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami.
Dan, kemenangan adalah saat di mana kita melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Saat dimana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang-kadang kita merindukan sebuah kegagalan. Karena kegagalanlah yang membuat kita sadar di mana kita berada.

Menemukan cinta

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang yang bekerja disana, Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu dan pekerjaan pun jadi menggembirakan, Bila anda tak mencitai rekan-rekan kerja anda maka cintailah suasana dan gedung kantor anda.
Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi, Bila toh anda juga tidak bisa melakukanya, cintailah setiap pengalaman pulang pergi dari dan ketempat kerja anda.

Perjalanan yang menyenangkan menjadi tujuan tampak menyenangkan juga, Namun bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja, Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan.
Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana, Hidup hanya sekali tak ada yang lebih indah sekali melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.
Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ketempat ibuku?
Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah. Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya. Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.